Waspadai Demam Berdarah Dengue (DBD)

Waspadai Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah tentunya sudah tidak asing di telinga kita, apalagi di Indonesia dengan tingkat prevalensi demam berdarah yang cukup tinggi. Aedes aegypti adalah nyamuk demam berdarah yaitu nyamuk yang dikenal  membawa penyakit demam berdarah dengue. Center for Disease Control (CDC) melaporkan bahwa demam berdarah kini menjadi epidemi di berbagai Negara baik Negara maju maupun berkembang. 

Gejala Demam Berdarah Dengue

1. Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38C sampai 40C atau lebih.

2. Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.

3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).

4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah

5. Tes Torniquet positif

6. Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura

7. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lumbung

8. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya

9. Hematemesis atau melena

10.   Trombositopenia ( =100.000 per mm3)

11.   Pembesaran plasma yang erathubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari:

-  Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin
-  Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan
-  Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo -proteinaemia


Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD)

1. Nyamuk Aedes agypti dikenal melakukan aktivitas menggigit manusia pada siang hari dan tempat berkembang biak paling umum adalah wadah-wadah buatan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak membiarkan berbagai wadah tergenang air diam (tidak mengalir). Bersihkan berbagai wadah yang memungkinkan tergenang air (pot-pot, ember, dll), ganti air di dalam bak mandi secara rutin. Jika air di dalam wadah memang harus tergenang dalam waktu lama, siapkan penutup yang rapat di bagian atasnya.

2. Balikkan wadah-wadah kosong yang mampu menampung air sehingga mencegah kemungkinan untuk menampung air tak terpakai.

3. Gunakan obat nyamuk oles atau bakar, baik di siang hari maupun malam hari.

4. Pastikan jendela dan pintu tidak memiliki lubang kecil sehingga memberi jalan masuk bagi nyamuk. Pastikan pula ventilasi udara memiliki penyaring untuk mencegahnya masuk.

5. Jika ada orang di rumah yang sudah terjangkit penyakit DBD ini, bersegeralah menutup berbagai kemungkinan untuk terjadinya gigitan kedua, baik pada diri si penderita maupun bagi yang lain yang belum tergigit.

6. Jika perlu, upayakan ada jaring anti nyamuk (kelambu) di tempat tidur anda.

7. Tutup tempat sampah jika sedang tidak digunakan. Tempat seperti ini menjadi tempat sembunyi favorit untuk nyamuk dan bebrapa jenis serangga lainnya.

8. Jika anda menggunakan penyejuk udara (AC), ingat untuk membersihkan dan membuang air di dalam nampan air secara teratur.

9. Cara alami untuk menjauhkan nyamuk adalah dengan meletakkan tanaman tulsi/tulasi di dekat jendela-jendela rumah. Tanaman ini memiliki beberapa sifat yang mampu mencegah nyamuk berkembang biak.

10.Kamper atau kapur barus juga merupakan cara ampuh untuk menjauhkan nyamuk. Bakar kapur barus di sebuah ruangan dan tutup jendela serta pintu selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu ruangan akan terbebas dari nyamuk.

Sumber : KKP Semarang 

Penulis : Badar Kirwono, SKM, M.Kes

Referensi :

www.peterparkerblog.com

www.blogspot.com

www.kolomsehat.com